Minggu, 04 Maret 2012


Gejala-gejala Gangguan Kejiwaan

*Tingkah  Laku
  1. Gerakan Badan           : Melakukan satu gerakan secara terus menerus tanpa merasa lelah.
  2. Katatonia                     : Stupor (patung). Bila kondisi telang ‘mematung’ selama satu minggu, biasanya pasien di strum, ECT (electro convulsive therapy)
  3. Kompulsi                     : Repetitif (obsesif kompulsif). OCD (obsesive compulsive disorder = melakukan hal secara berulang-ulang), seperti mencuci tangan atau memeriksa pintu.

      *Orientasi
  • Waktu, tempat dan identitas.

*Isi Pikiran
  • Obsesi : Pikiran dan bayangan, yang repetitif, yang tidak dikehendak yang masuk dalam kesadaran individu. Obsesi menjadi Kompulsi
  • Delusi : Waham. Kepercayaan atau keyakinan palsu yang tidak adekuat, tidak dapat dikoreksi.

            *Gaya Berpikir
  • Tidak logis, tidak sistematis
  • Gangguan berpikir yang dapat dilihat dari cara berpikir atau bahasa yang digunakan.

      * Afektif dan Suasana hati (mood)
  • Mood : Perasaan subjektif yang tidak bertahan lama, yang dapat berubah. Ada dua macam mood, yaitu Disforik dan Euforik.
  • Disforik (sedih, memelas, melankolis) mengacu pada Depresi. Sedangkan Euforik (senang, heboh, gembira) mengacu pada Manik. Bila Disforik + Euforik = Bipolar (gangguan afeksi).
  • Emosi : Perpaduan afek dan mood
  • Afek : Ekspresi emosi

       *Pengalaman Pesepsi
  • Halusinasi adalah kesalahan persepsi proses penginderaan terkait dengan indra peraba, olfaktori , pendengaran yang tidak dapat dikoreksi. Terjadi pada orang abnormal.
  • Ilusi adalah kesalahan persepsi. Contoh ketika kita memasukkan pensil kedalam gelas yang berisi air maka terlihat seolah-olah pensil tersebut bengkok atau patah, ini terjadi karena ilusi. Terjadi pada orang normal.

       *Perasaan diri
  • Depersonalisasi adalah Keadaan dimana seseorang merasa ada sesuatu bagian tubuhnya yang lepas atau hilang.
  • Kekacauan Identitas adalah kepribadian ganda (multiple personality).

      *Motivasi (rendah atau tinggi)
     *Inteligensi (rendah atau tinggi)
     *Tilikan diri (insight) Pemahaman terkait dengan keadaan diri.



      Perbedaan antara Sign, Simtom dan Sindrom
  1. Sign adalah Tanda atau gejala objektif yang didapat dari hasil observasi (psikiater atau psikolog)
  2. Simtom adalah Pengalaman subjektif yang digunakan oleh pasien. Ex : mood yang tertekan, dan berkurangnya tenaga.
  3. Sindrome adalah Fungsi dari simtom, kumpulan - kumpulan dari simtom yang muncul secara bersama-sama. Ex : Afek disfosik dan commit suicide (depresif).


Sumber : Materi kuliah Psikologi Abnormal tgl 27 Feb 2012. Dosen, bu Zarina Akbar, M.Psi (UNJ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar